Sabtu, 15 November 2008

PSIKOLOGI PENDIDIKAN(EDUCATIONAL PSYCHOLOGY)

PSIKOLOGI PENDIDIKAN(EDUCATIONAL PSYCHOLOGY)

By Hendrik Irawan , Amik Boekitinggi

DEFINISI PSIKOLOGI

- Psikologi adalah perkataan yang berasal dari tamadun Greek purba, yaitu dari perkataan ‘Psych’ dan ‘Logos’.

- Ia dapat didefinisikan sebagai:

# “the scientific study of the way the human mind works and how it influences behaviour, or the influence of a particular person’s character on their behaviour”. (Cambridge International Dictionary of English, p.383).

# “1. Kajian tentang proses mental dan pemikiran, terutamanya berhubung dengan perlakuan manusia dan haiwan”; “2. Pola pemikiran dan perlakuan seseorang atau sesuatu kumpulan tertentu”; “3. Kebijaksanaan memahami sifat manusia”. (Kamus Dewan, edisi Ketiga. 1060)

Anda boleh mendapatkan maklumat-maklumat mengenai “Psikologi Pendidikan” daripada:

(1) Maslow’s Hierarchy of Needs

(2) Jurnal APA (American Psychological Association)

(3) University of Alberta Libraries

(4) Educational Psychology and The Learning of Science

(5) Ivan Pavlov

(6) Subjek Psikologi Pendidikan

(7) Lev Vygotsky

(8) Constructivism

(9)Jean Piaget Archives

10) Jerome Bruner

Psikologi Menurut Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental

Daftar isi

[sembunyikan]

*

1 Sejarah Psikologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

* 2 Fungsi Psikologi Sebagai Ilmu

* 3 Pendekatan Psikologi

* 4 Kajian Psikologi

* 5 Wilayah Aplikasi Psikologi

* 6 Salah Kaprah Tentang Psikologi

* 7 Referensi

* 8 Lihat pula

* 9 Pranala Luar

Sejarah

Psikologi adalah ilmu yang tergolong muda (sekitar akhir 1800an.) Tetapi, orang di sepanjang sejarah telah memperhatikan masalah psikologi. Seperti filsuf yunani terutama Plato dan Aristoteles. Setelah itu St. Augustine (354-430) dianggap tokoh besar dalam psikologi modern karena perhatiannya pada intropeksi dan keingintahuannya tentang fenomena psikologi. Descrates (1596-1650) mengajukan teori bahwa hewan adalah mesin yang dapat dipelajari sebagaimana mesin lainnya. Ia juga memperkenalkan konsep kerja refleks. Banyak ahli filsafat terkenal lain dalam abad tujuh belas dan delapan belas—Leibnits, Hobbes, Locke, Kant, dan Hume—memberikan sumbangan dalam bidang psikologi. Pada waktu itu psikologi masih berbentuk wacana belum menjadi ilmu pengetahuan.

* Psikologi kontemporer

Diawali pada abad ke 19, dimana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah laku, yaitu:

Psikologi Fakultas

Psikologi fakultas adalah dokrin abad 19 tentang adanya kekuatan mental bawaan, menurut teori ini, kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam beberapa ‘fakultas’ yang meliputi: berpikir, merasa, dan berkeinginan. Fakultas ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas: kita mengingat melalui subfakultas memori, pembayangan melalui subfakultas imaginer, dan sebagainya.

Psikologi Asosiasi

Bagian dari psikologi kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah ‘asosiasi ide.’ Dimana ide masuk melalui alat indra dan diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan, kontras, dan kedekatan.

Dalam perkembangan ilmu psikologi kemudian, ditandai dengan berdirinya laboratorium psikologi oleh Wundt (1879.) Pada saat itu pengkajian psikologi didasarkan atas metode ilmiah (eksperimental.) Juga mulai diperkenalkan metode intropeksi, eksperimen, dsb. Beberapa sejarah yang patut dicatat antara lain: F. Galton > merintis test psikologi. C. Darwin > memulai melakukan komparasi dengan binatang. A. Mesmer > merintis penggunaan hipnosis S. freud > merintis psikoanalisa

Psikologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kekompleksan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia.

Laboratorium Wundt

Pada tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di University of Leipzig, jerman. Dengan Berdirinya laboratorium ini, metode ilmiah untuk lebih mamahami manusia telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dengan berdirinya laboratorium ini pula, lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu pengetahuan, sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.

Berdirinya Aliran Psikoanalisa

Berdirinya Aliran Behavioris

Berdirinya Aliran Fenomenologis

Fungsi Psikologi Sebagai Ilmu

Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:

Menjelaskan

Yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif.

Memprediksikan

Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.

Pengendalian

Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan atau treatment.

Pendekatan Psikologi

Tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda, dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan, yaitu

Pendekatan Neurobiological

Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiological berupaya mengaitkan prilaku yang terlihat dengan implus listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari prilaku dan proses mental.

Pendekatan Prilaku

Menurut pendekatan ini tingkah laku pada dasarnya adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R atau suatu kaitan Stimulus – Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.

Pendekatan Kognitif

Pendekatan ini menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Jika dibuatkan model adalah sebagai berikut S – O – R. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.

Pendekatan Psikoanalisa

Pendekatan ini dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, implus, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.

Pendekatan Fenomenologi

Pendekatan ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

Kajian Psikologi

Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:

Psikologi perkembangan

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut.

Psikologi sosial

mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

1. studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)

2. studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain

3. studi tentang interaksi kelompok, misalnya : kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama, persaingan, konflik;

Psikologi kepribadian

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.

Psikologi kognitif

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.

Wilayah Aplikasi Psikologi

Wilayah Aplikasi psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah aplikasi ini rancu. misalnya, seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan, atau sebaliknya.

Psikologi pendidikan

Psikologi pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial, sehingga hampir sebagian besar teori-teori dalam psikologi perkembangan dan psikologi sosial digunakan di psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah.

Psikologi sekolah

Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi.

Psikologi Industri dan Organisasi

Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya.

Psikologi Kerekayasaan

Penerapan Psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error).

Psikologi Klinis

Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal.

Salah Kaprah Tentang Psikologi :

Psikologi Bukan Ilmu Pengetahuan

Psikologi telah memiliki syarat untuk dapat berdiri sendiri sebagai ilmu pengetahuan terlepas dari Filsafat. (Syarat Ilmu Pengetahuan: Memiliki Objek (Tingkah laku), memiliki Metode Penelitian (sejak laboratorium Wundt didirikan psikologi telah membuktikan memiliki Metode Ilmiah),sistematis,dan bersifat universal.

Lihat keterangan lebih lanjut dari bahasan ini dalam artikel Kontroversi ilmu psikologi.

Salah Penggolongan

Berbagai hal yang berbau kepribadian sering dimasukan kedalam psikologi, semisal: ramalan-ramalan seputar kepribadian (palmistry, chirology, dll.) sehingga terbentuk pandangan tentang psikologi bukanlah ilmu pengetahuan.

Terjebak Dengan Kata Psikotes

Psikologi bukan hanya psikotes, tetapi inilah bagian dari psikologi yang paling populer di masyarakat. banyak kalangan yang sinis dengan psikologi karena psikotes, bagaimana psikolog dapat memvonis potensi seseorang dengan hanya selembar test? tidak, masih banyak metode lain yang dapat digunakan, akan tetapi (misalkan dalam test lamaran pekerjaan) sangat tidak mungkin menerapkan semua metode yang dimiliki psikologi dalam waktu yang sempit dan klien yang banyak.

Psikologi Melakukan De-humanisasi

kebalikannya, psikologi memandang setiap individu adalah unik, bahkan psikotes dilakukan untuk lebih memahami keunikan dari setiap individu. Justru, kalangan yang menyamaratakan setiap individu secara tidak langsung memvonis manusia adalah robot (dehumanisasi) yang tidak memiliki keunikan satu sama lainnya.

Parapsikologi Bagian dari Psikologi

Parapsikologi walaupun terdapat nama psikologi bukanlah psikologi ataupun cabang dari ilmu psikologi. parapsikologi berkembang tersendiri terlepas dari psikologi. parapsikologi mempelajari semua hal yang berhubungan dengan manusia dan pikirannya (dalam hal ini, sebagian besar dengan ramalan) sedangkan psikologi hanya mempelajari tingkah laku manusia yang dapat dilihat (observerble) dan dapat diukur (measureable).

Sejarah Psikologi Perkembangan
Dalam mempelajari secara psikologi perkembangan dapat dilihat dari 3 periode yaitu :
1.1. Minat awal mempelajari perkembangan anak
Sebelum mempelajari psikologi pekembangan, perhatian berawal pada pemahaman yang mendalam pada anak-anak. Dasar pemikiran merujuk bahwa penelitian dan buku-buku tentang anak sedikit sekali, pemahaman terhadap seluk beluk kehidupan anak sangat bergantung pada keyakinan dan trandisional yang bersumber pada spekulasi para filosof dan teolog tentang anak dan latar belakang perkembangannya, serta pengaruh keterunan dan lingkungan terhadap kejiwaan anak. Oleh karena itu salah seorang filosof Plato mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan individual mempunyai dasar genetis. Potensi idividu dikatakanya sudah ditentukan oleh faktor keturunan. Artinya sejak lahir anak telah memiliki bakat-bakat atau benih-benih kemampuan yang dapat dikembangan melalui pengasuhan dan pendidikan.
Walaupun plato tidak dapat memberikan bukti langsung dalam menunjang spekulasinya, namun tampak jelas bahwa menurunnya anak merupakan miniatur orang dewasa. Anggapan ini tampak bahwa semua keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan yang tampil dikemudian hari setelah dewasa merupakan bawaan sejak lahir (innate ideas), pendidikan tidak lain hanyalah upaya untuk menarik potensi ke luar, namun tidak menambahkan sesuatu yang baru. Perkembangan dianggap sebagai suatu pertumbuhan semata. Jadi anak merupakan miniatur orang dewasa mengandung arti bahwa anak berbeda secara kuantitatif dengan orang dewasa bukan secara kualitatif.
Pada abad pertengahan, masyarakat tidak memberikan status apapun kepada anak-anak, bahkan lukisan kuno proporti tubuh anak-anak sering digambarkan sama dengan proporsi tubuh orang dewasa. Anak-anak diberi pakaian model pakaian orang dewasa dalam ukuran kecil. Segera setelah anak dapat berjalan dan berbicara, mereka bergabung dengan orang dewasa sebagai anggota masyarakat, memainkan permainan dan mengerjakan tugas-tugas yang sama dengan orang dewasa.
Anggapan terhadap anak sebagai miniatur orang desawa ternyata membawa implikasi penting dalam dunia pendidikan. Proses-proses yang mendasari cara berpikir dan berbuat anak dianggap sama seperti orang dewasa. Apabila anak berpikir dan melakukan perbuatan yang menyimpang dari standar orang dewasa, anak dianggap bodoh atau tolol dan apabila anak-anak melanggar norma-norma sosial dan moral, dianggap berbuat jahat dan harus diberkan hukuman seperti orang dewasa.
Pada abad ke 17, seorang filosof Inggris John Locke (1632-1704) menyatakan bahwa pengalaman dan pendidikan adalah faktor yang paling menentukan dalam perkembangan anak, dia tidak mengakui adanya kemampuan bawaan (innate knowledge) Menurut Locke, isi kejiwaan anak ketika dilahirkan diibaratkan secarik kertas kosong, dimana corak dan bentuk kertas tersebut sangat ditentukan bagaimana cara kertas itu ditulisi, Locke memberi istilah Tabula Rasa (Blank Slate), mengungkapkan pentingnya pengaruh pengalaman dan lingkungan hidup terhadap perkembangan anak. Jean Jaccques Rousseau (1712-1778) filosof Perancis abad ke 18 berpandangan bahwa anak berbeda secara kualitatif dengan orang dewasa. Rousseau menolak pandangan bahwa bayi adalah makhluk pasif yang perkembangannya ditentukan oleh pengalaman, dan menolak anggapan bahwa anak merupakan orang dewasa yang tidak lengkap dan memperoleh pengetahuan melalui cara berpikir orang dewasa. Sebaliknya Rousseau beranggapan bahwa sejak lahir anak adalah makhluk aktif dan skua bereksplorasi. Oleh karena itu anak harus dibiarkan untuk memperoleh pengetahuan dengan caranya sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan.
Rousseau dalam bukunya Emile ou L’education (1762), menolak, pandangan bahwa anak memiliki sifat bawaan yang buruk (innate bad), dia menegaskan bahwa “All thinhs are good as they come out of the hand of their creator, but everything degenates in the hand of man” artinga segala-galanya adalah baik sebagaimana ke luar dari tangan sang pencipta, segala-galanya memburuk dalam tangan manusia. Pandangan ini dikenal dengan Noble Savage, ungkapan ini mengandung arti bahwa anak ketika lahir sudah membahwa segi-segi moral (hal-hal yang baik dan buruk, benar dan salah yang dapat berkembang secara alami dengan baik), jika kemudia terdapat penyimpangan dan keburukan, hal itu dikarenakan pengaruh lingkungan dan pendidikan.
1.2. Dasar-Dasar Pembentukan Psikologi Perkembangan secara Ilmiah
Pandangan Plato, Locke, dn Rousseau pada dasarnya bersifat spekulatif, walaupun pada abad ke 18 telah ada penelitian-penelitan tentang anak seperti Johan Heinrich Pestalozzi (1946-1827) ahli pendidikan dari Swiss, Dietrich Tiedemen (1787) Tabib dari Jerman, namun penelitian yang sungguh-sungguh terhadap perkembangan anak-anak baru dimulai pada abad ke 19 yang dipelopori oleh Charles Darwub dab Wilhem Wundt
a. Pengaruh Charles Darwin (1809-1882)
Ilmuan dari inggris yang terkenal dengan teori evolusinya ini, mempublikasikan lewat Origin of The Species (1859) dan Descent of Man (1871), karyanya ini merangsang untuk melakukan observasi terhadap perkembangan anak. Darwin menyatakan bahwa anak merupakan sumber yang kaya informasi tentang sifat dan ciri-ciri manusia, dengan mempelajari tingkah laku dan perkembangan anka, kita bisa mengetahui asal-usul manusia. Hal ini berhubungan dengan teori evolusinya mengenai pekembangan hewan dan manusia.
Pandangan biologis Darwin menganggap pekermbangan sebagai pembukaan kemampuan dan ciri-ciri yang telah terprogram secara genetik. Pandangan ini kemudian menjadi landasan bagi Psikolog Perkembangan seperti Stanley Hall dengan “perkembangan mengakhiri evolusi”, Sigmun Freud dengan “Tahap-tahap perkembangan seksualitas”, Arnold Gesselold dengan “Jadwal tetap pertumbuhan”, John Bowlby Chomsky dengan “Kemampuan berbahasa yang dibawa sejak lahir” serta riset “perkembangan biologi syaraf” yang meneruskan tradisi Darwin.
b. Pengaruh Wilhem Wundt (1832-1920)
Peristiwa penting abad ke 19 menjadi dasar tumbuhnya Psikologi sebagai disiplin yang berdiri sendiri, ditandai dengan didirikannya laboratorium psikologi pertama oleh Wilhelm Wundt (1879) di Leipzzing. Wundt beranggapan bahwa eksperimen memiliki arti penting bagi psikologi, dia memberi dasar pada Psikologi Esperimental. Menurut Wundt eksperimen dapat membuktikan wilayah pengamatan dari tanggapan.
Pandangan Wundt dan Darwin berpengaruh pada G Stanley Hall (1846-1924) murid Wundt di Leipzzing, Stanley mengambil dari Darwin aalah “tentang adanya rekapitulasi dalam perkembangan manusia” menurutnya, perkembangan individu perefleksikan perkembangan species yang berarti bahwa adanya pengulangan (rekapitulasi) dari perkembangan species yang meliputi beberapa tingkatan evolusi. Wundt memperluas konsep rekapitulasi yang meliputi perkembangan kebudayaan, biologis manuisia. Oleh karena itu Stanleyterkenal dengan “Recapitulations Theory” yang berangapan bahwa “Pentahapan dala proses pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui anak ke arah kematangan adalah pengulangan secara filogenetis sejarah perkembangan manusia”.
Selanjutnya Hall dan muridnya Clark, berusaha untuk mengetahui stuktur pikiran anak-anak dengan melakukan penelitian tentang permainan anak dan isi pikiran anak di Universitas Massachusetts. Mereka mengumpulkan data tentang perkembangan anak-anak, remaja, orang tua, dan guru dengan sampel yang cukup besar. Penelitian ini dianggap permulaan studi sistematik dan metodologik terhadap anak-anak di amerika.
1.3. Muculnya Studi Psikologi Perkembangan Modern
Pada abad ke 20 studi sistematis tentang perkembangan anak semakin berkembang secara signifikan. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yang lebih ditekankan pada ciri-ciri khas secara umum, golongan umur, dan masa depan perkembangan tertentu. Predisposisi mendeskripsikan gejala perkembangan manusia secara mendetail adalah penting dalam perkembangan disiplin ilmu. Oleh karena itu untuk perkembangan pemahaman tentang perkembangan anak, diperlukan prinsip teoritis sebagai dasar observasi yang tidak hanya sekerdar mendeskripsikan. Pada pertengahan abad 20, J.B. Watson (Behaviorism Theory), memperkenalkan prinsip-prinsip “Classical Conditioning” menjelaskan perkembangan tingkah laku, menurutnya prinsip-prinsip belajar dan prinsip conditioning dapat diterpakan pada semua perkembangan.
Karya Watson membawa perkembangan pada teori psikologi perkembangan, meskipun menimbulkan pertentangan seperti Sigmun Freud dengan teori psikoanalisisnya, dan inilah yang menyebabkan berkurangnya minat terhadap psikologi perkembangan, namon setidaknya ada 3 faktor yang mendorong pengaktifan kembali psikologi perkembangan memasuki periode baru dalam bidang studi perkembangan, yaitu :
1.Terjadinya perubahan orientasi dalam riset-riset psikologi perkembangan hingga menjadi bersifat eksperimental dengan pengukuran dan pengontrolan eksperimen yang terbukti sangat berhasil digunakan dalam proses eksperimen umum.
2.Ditemukan Kembali hasil karya J. Piaget (Swiss) mengenai teori kognisi yang beranggapan bahwa perkembangan ditentukan oleh pengaruh lingkungan dan perkembangan individu terjadi sebagai hasil interaksi yang konstan antara individu dengan tuntutan lingkungan.
3.Adanya minat baru terhadap asal mula tingkah laku (Origin of Behavior), ditandai dengan meningkatnya riset terhadap bayi-bayi. Peningkatan ini didorong dengan adanya alat-alat modern dan teknik pencatatan (recording) yang makin baik.

formasi syariat birokrasi

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian

Perkataan transfusi darah adalah terjemahan dari bahasa Inggris “Blood transduction” kemudian diterjemahkan oleh Dokter Arab yaitu memindahkan darah karena kepentingan medis. Menurut Dr. Ahmad Syofian, pengertian transfusi darah adalh memasukkan darah orang lain ke dalam pembuluh darah orang yang akan ditolong. Sedangkan menurut Asy-Syekh Husnain Muhammad Makhluuf merumuskan definisinya sabagai berikut, transfusi darah adalah memanfaatkan darah manusia dengan cara memindahkannya dari tubuh orang yang sehat kepada orang yang membutuhkannya untuk mempertahankan hidupnya.

Darah manusia tetap encer selama masih dalam pembuluhnya, dan bila keluar maka akan menjadi beku. Pembekuan ini dapat dicegah dengan mencampurkan kedalamnya obat-obatan. Misalnya Citras Natricus atau Oxalas Natricus. Bahan inilah yang digunakan ketika kita menyimpan darah dalam sebuah tabung yang dipersiapkan untuk menolong penderita (pasien).

Perlu diketahui bahwa darah yang mengalir dalam tubuh manusia diperkirakan mencapai sepertiga belas dari berat badan orang yang bersangkutan atau antara empat sampai lima liter bagi orang dewasa. Dan kalau darah dalam tubuh kita berkurang akibatnya dapat menganggu pekerjaan jantung yang berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh. Dengan demikian setiap manusia harus menjaga darahnya agar tetap dalam keadaan normal yaitu tidak kental dan tidak terlalu encer.

  1. Komponen Darah

Darah merupakan unit fungsional selular pada manusia yang berperan untuk membantu proses fisiologis. Darah terdiri dari dua komponen yaitu :

· Plasma Darah

Merupakan bagian darah yang cair. Komponen terbesar plasma darah adalah air. Dalam plasma darah terlarut molekul-molekul dan berbagai ion, yang meliputi glukosa sebagai sumber utama energi untuk sel-sel tubuh dan asam-asam amino. Ion-ion yang banyak terdapat dalam p;asma darah adalah natrium (Na+) dan Klor (Cl-). Ion-ion dan molekul tersebut akan diedarkan ke seluruh tubuh atau berfungsi untuk membantu peredaran zat-zat lainnya. Kira-kira 7% plasma darah terdiri dari molekul-molekul protein, yaitu serum albumin 4%, serum globulin 2,7%, dan fibrinogen 0,3%. Selaian itu palsama darah juga terdiri dari zat-zat garam, zat fermen (zat-zat yang mempercepat atau melangsungkan proses terjadinya reaksi kimia), dan juga zat hidrat.

· Sel-Sel Darah

Sel-sel darah dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu:

1. Eritrosit (sel darah merah)

Eritrosit normal berbentuk cakram bikonkaf, berdiameter kira-kira 8µm, dan tidak memiliki nucleus. Bentuk eritrosit dapat berubah-ubah, seperti ketika sel-sel tersebut beredar melewati kapiler-kapiler.

Konsentrasi eritrosit rata-rata pada pria dewasa normal per mikro liter darah adalah 5,4 juta dan pada wanita normal jumlahnya 4,8 juta butir. Jumlah eritrosit ini bervariasi tergantung pada jenis kelamin dan perbedaan umur. Setiap butir eritrosit mengandung hemoglobin, yaitu protein pigmen yang memberi warna merah pada darah.

Sel-sel tersebut dapat berkurang disebabkan karena :

a) Banyaknya mengeluarkan darah, seperti luka, batuk darah, muntah darah.

b) Disebabkan pembuatan eritrosit yang terganggu, atau banyaknya eritrosit yang dihancurkan oleh penyakit, misalnya penyakit malaria, cacing tambang, dan kekurangan darah yang dapat mengakibatkan anemia pada seseorang.

2. Leukosit (sel darah putih)

Leukosit terdapat di dalam darah manusia dan berjumlah sekitar 4.000-11.000 butir untuk setiap darah manusia. Leukosit berumur sekitar 12 hari. Proses keluarnya leukosit disebut dengan diapedesis. Leukosit yang berperan melawan penyakit yang masuk ke dalam tubuh disebut antibodi.

Sel darah putih dibuat oleh kelenjar getah bening dalam limfa, susunan tulang merah dan jaringan retikulaendotel.

3. Trombosit ( sel darah pembeku atau keping darah)

Trombosit berbentuk bulat kecil dengan ukuran diameter 2-4µm dan tidak memiliki inti. Trombosit dibentuk dalam sumsum tulang dari megakariosit. Megakariosit merupakan trombosit yang sangat besar dalam sumsum tulang. Trombosit berbentuk tunas pada permukaan magakariosit, kemudian melepaskan diri untuk masuk ke dalam darah. Konsentrasi normal trombosit dalam darah adalah antara 150.000-350.000 butir per millimeter kubik. Trombosit merupakan struktur yang sangat aktif dan berperan dalam pembekuan darah.

  1. Transfusi Darah

Transfusi darah merupakan pemberian darah dari seseorang kepada orang lain yang membutuhkan. Orang yang berperan sebagai pemberi darah disebut donor dan yang menerima darah disebut resipien. Donor perlu memperhatikan jenis aglutinogen di dalam eritrosit, sedangkan resipien perlu memperhatikan jenis aglutinin dalam plasma darah. Darah yang dipindahkan dapat berupa darah lengkap dan komponen darah.

Sebelum melakukan transfusi darah, perlu ditentukan golongan darah resipien dan golongan darah donor. Alasan terbanyak melakukan transfusi adalah karena penurunan volume darah. Transfusi juga sering digunakan untuk mengobati anemia atau untuk memberi resipien beberapa unsur lain dari darah. Transfusi darah yang berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar disebabkan oleh trauma, operasi, syok dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah

Tujuan Transfusi darah :

  • Memelihara dan mempertahankan kesehatan donor.
  • Memelihara keadaan biologis darah atau komponen – komponennya agar tetap bermanfaat.
  • Memelihara dan mempertahankan volume darah yang normal pada peredaran darah (stabilitas peredaran darah).
  • Mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah.
  • Meningkatkan oksigenasi jaringan.
  • Memperbaiki fungsi Hemostatis.
  • Tindakan terapi kasus tertentu.

Macam-macam transfusi darah

  1. Darah Lengkap/ Whole Blood (WB)
    Diberikan pada penderita yang mengalami perdarahan aktif yang kehilangan darah lebih dari 25 %.
  2. Darah Komponen

· Sel Darah Merah (SDM) :
a) Sel Darah Merah Pekat : Diberikan pada kasus kehilangan darah yang tidak terlalu berat, transfusi darah pra operatif atau anemia kronik dimana volume plasmanya normal.

b) Sel Darah Merah Pekat Cuci : Untuk penderita yang alergi terhadap protein plasma.Sel Darah Merah Miskin Leukosit : Untuk penderita yang tergantung pada transfusi darah.

c) Sel Darah Merah Pekat Beku yang Dicuci : Diberikan untuk penderita yang mempunyai antibodi terhadap sel darah merah yang menetap.

d) Sel Darah Merah Diradiasi : Untuk penderita transplantasi organ atau sumsum tulang.

· Leukosit / Granulosit Konsentrat : Diberikan pada penderita yang jumlah leukositnya turun berat, infeksi yang tidak membaik/ berat yang tidak sembuh dengan pemberian Antibiotik, kualitas Leukosit menurun.

· Trombosit : Diberikan pada penderita yang mengalami gangguan jumlah atau fungsi trombosit.

· Plasma dan Produksi Plasma : Untuk mengganti faktor pembekuan, penggantian cairan yang hilang.
Contoh : Plasma Segar Beku untuk prnderita Hemofili.Krio Presipitat untuk penderita Hemofili dan Von Willebrand

  1. Hukum Transfusi Darah

Pada dasarnya darah yang dikeluarkan dari tubuh manusia, menurut hukum Islam termasuk najis mutawasithah. Maka agama melarang mempergunakannya, baik secara langsung maupun tidak. Dan keterangan tentang haram mempergunakan darah terdapat pada beberapa dalil ayat antara lain yang artinya:

“Diharamkan bagimu (mempergunakan) bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih bukan atas nama Allah” (Q.S.Al-Maidah Ayat 3).

Tetapi bila berhadapan dengan hajat manusia untuk mempergunakannya karena keadaan darurat sedangkan sama sekali tidak ada bahan lain yang dapat dipergunakan untuk menyelamatkan nyawa seseorang, maka najispun boleh dipergunakan hanya sekedar untuk melanjutkan dan mempertahankan hidupnya. Transfusi darah sangat diperlukan untuk menolong seseorang yang membutuhkan dan berada dalam keadaan darurat, sebagaimana Qaidah Fiqiyah yang artinya:

“ Perkara hajat (kebutuhan) menempati posisi darurat (dalam menetapkan hukum Islam), baik yang bersifat umum maupun yang khusus” (A-Asybah Wan Nazhaair Fil-Furu { Damul Fikri Megir.t.t, hal 62}).

Juga berdasarkan firman Allah SWT yang artinya:

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak meginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya” [Al-Baqarah : 173]

Sedangkan menurut Abdul Hamid Hakim “ Tidak ada yang haram bila berhadapan dengan keadaan darurat, dan tiada yang makruh bila berhadapan dengan hajat (kebutuhan)”. Kaidah Usul Fiqih mengatakan lagi :

“Melakukan yang terlarang dalam keadaan darurat dibolehkan”.

Maksud yang terkandung dalam ketiga kaidah tersebut menunjukkan bahwa agama islam membolehkan hal-hal makruh dan yang haram bila berhadapan dengna keadaan darurat dan juga hajat. Seperti juga dengan melakukan transfusi darah, kita melakukan hal tersebut karena keadaan yang darurat dan juga karena kebutuhan demi mempertahankan kehidupan seseorang. Akan tetapi hal ini tidak boleh dijadikan alasan untuk hal lain, seperti untuk dikonsumsi tanpa alasan yang darurat dan bukan karena kebutuhan. Karena kebolehannya hanya terbatas pada transfusi saja.

Orang yang menerima bantuan darah jika dibebani dengan pembayaran biaya administrasi dan imbalan jasa Dokter, perawat, dan donor, maka hal ini dibolehkan dalam Islam. Asalkan pembayaran itu dapat terjangkau oleh pasien yang mnerima bantuan darah. Karena dengan cara mengumpulkan danalah yayasan atau badan yang bergerak dalam pengumpulan darah dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar. Sebab dana tersebut nantinya digunakan untuk biaya operasional, jasa dokter, perawat, biaya peralatan dan perlengkapan medis.

  1. Pengaruh Transfusi bagi Orang yang Diambil Darahnya.

Ilmu pengetahuan yang semakin maju dan modern menunjukkan bahwa pendonoran darah dari si pendonor kepada resipien tidak akan membawa dampak buruk bagi si pendonor. Hal ini karena Allah SWT menjadikan darah manusia terdiri dari:

1) Darah yang terus mengalir sesuai dengan fungsinya.

2) Darah cadangan yang tersimpan dalam limfa, hati, dan susunan lapis tubuh yang besarnya diperkirakan 750 × 3 pada orang yang sehat dan berpostur sedang.

  1. Bisnis Darah

Menjual darah menurut hukum Islam adalah haram, Karena sama saja dengan menjual najis kepada orang lain. Tetapi Islam membolehkan memberikan imbalan kepada si pendonor bukan dengan alasan membeli darah tersebut melainkan imbalan atas jasa si pendonor dan ucapan terima kasih. Dengan kita memberikan darah kepada orang yang membutuhkan sama dengan menolong semua umat Islam didunia, sesuai dengan firman Allah SWT, yaitu:

ﻮٲﻨﻔﺲ ﺑﻐﻴﺮ ﻨﻔﺳﺎ ﻗﺗﻞ ﻤﻥ ﻭ ﻨﻪ ﺃ ﻳﻞ ﺀﺴﺭ ﺇﺑﻨﻰ ﻋﻟﻯ ﻛﺘﺑﻨﺎﻟﻙ ﺫﺠﻝ ﺃ ﻤﻥ

ﺲ ﻟﻨﺎﺃﺤﻳﺎﺃ ﻨﻤﺎﻔﻜﺎﻫﺎﺤﻳﺎﺃﻤﻥﻮﺠﻤﻳﻌﺎﺲﻠﻨﺎ ﺃﻘﺘﻞﻨﻤﺎﻔﻜﺎﺽﺮﻻﺁﻔﻰﺩﻔﺳﺎ

Artinya:

“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh orang lain), atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya, dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”

Reformasi Syariat Birokrasi
Hendrik Irawan Amik Boekittinggi


Berakhirnya kekuasaan Orde Baru (1966-1998) ditandai dengan semangatmelakukan reformasi. Setelah tuntasnya reformasi personal (tahappertama) yang dicirikan dengan naiknya para pemain baru di gelanggangpolitik nasional, reformasi tahap kedua digelar dengan melakukanamandemen UUD 1945. Periode reformasi konstitusional ini kemudiandiikuti dengan tahapan berikutnya: reformasi birokrasi.

Unsur pelayanan publik dan penataan kembali aparat pemerintah baik dipusat maupun di daerah guna menjadikan birokrasi lebih efisien danefektif adalah unsur penting dari reformasi birokrasi. Tersendatnyareformasi pada periode ini bukan saja mempersulit amanat gerakanmahasiswa 1998 untuk memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),tapi juga membuat masyarakat luas tidak merasakan dampak positifgerakan reformasi paska Orde Baru.

Dalam konteks ini menarik dicermati respon sejumlah kelompok Islamuntuk turut serta dalam proses reformasi. Mereka memaknai reformasisebagai cara agar syariat Islam dapat diterapkan di Indonesia. Setelahgagal mendesakkan usulannya untuk mengamandemen pasal 29 UUD 1945dengan memasukkan kembali tujuh kata dari Piagam Jakarta, sejumlahelemen di tubuh umat mempromosikan ide penerapan syariat Islam dibeberapa daerah.

Bukannya turut serta menggagas dan mengisi program reformasibirokrasi, sesuai prinsip negara hukum dan pemerintahan yang baik,mereka malah asyik mempromosikan syariat versi mereka melaluitangan-tangan birokrasi. Ini yang saya sebut dengan "syariatbirokrasi".

Topik yang diatur mulai dari masalah aturan berpakaian, pembuatanpapan nama Arab Melayu, pemberlakuan "jam malam" bagi perempuan sampaidengan diadakannya program baca tulis al-Qur'an bagi calon pengantin.Bentuk perangkat hukum yang digunakan mulai dari Surat Edaran Bupati,Instruksi Walikota, Surat Gubernur sampai dengan Peraturan Daerah(Perda).

Syariat birokrasi semacam ini paling tidak mengandung tiga persoalan.Pertama, syariah Islam direduksi menjadi sekedar masalah kulit sematayang tidak menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Mereka gagalmempromosikan susbtansi ajaran Islam (maqashid al-syariah) dalamkonteks pelayanan publik. Bagi masyarakat, syariat Islam dianggapberhasil diterapkan apabila pegawai di kantor bupati melayani publikdengan baik, efektif, efisien dan tidak ada unsur KKN. Bukanlahmenjadi soal apakah pegawai tersebut berjilbab dan apakah papan namakantor bertuliskan huruf Arab Melayu atau tidak.

Contoh lain adalah bagaimana para penggagas penerapan syariat Islamitu memberikan kontribusi pemikiran agar birokrasi kita di daerahlebih ramping dan tepat sasaran serta membenahi sistem penggajian daninsentif yang adil sesuai dengan merit system.

Indikator berikutnya adalah fasilitas publik seperti toilet umum,jalan raya, air bersih, lampu penerangan, angkutan umum, dan gedungsekolah terpelihara dengan baik dan dapat dimanfaatkan sepenuhnya olehmasyarakat. Ini semua termasuk inti atau substansi dari syariat Islam.Dan celakanya, ini pula yang sulit kita dapati di daerah yangmenerapkan atau tidak menerapkan syariat birokrasi. Lalu apa bedanyabagi masyarakat antara menerapkan syariat atau tidak?

Kedua, sebagian topik yang diatur dalam syariat birokrasi sebenarnyasudah kebablasan. Tidak ada aturan fiqh yang mengatur pasangan calonpengantin untuk pandai baca-tulis al-Qur'an. Fiqh juga tidakmemberikan sanksi duniawi baik administratif ataupun pidana, bagiperempuan yang tidak menutup rambutnya. Kalaupun pemakaian jilbabdianggap kewajiban syar'i, maka ini merupakan urusan individu dengansang Khalik. Syariat birokrasi telah mencampuradukkan mana yangtuntunan moral, mana yang berupa anjuran dan mana yang berupakewajiban agama.

Ketiga, syariat birokrasi di sejumlah dareah juga tidak memenuhiparadigma birokrasi modern: catalytic government dan community-ownedgovernment (David Osborne dan Ted Gaebler, 1993). Birokrasipemerintahan seharusnya lebih berfungsi sebagai katalis, yangmelepaskan bidang-bidang yang seharusnya dapat dikerjakan sendiri olehmasyarakat. Masalah berpakaian dan kemampuan memahami huruf Arabsejatinya merupakan urusan masyarakat bukan urusan birokrasi.Birokrasi seharusnya memberdayakan masyarakat agar tidak tergantungsepenuhnya kepada pemerintah. Yang kita saksikan beban birokrasi kitamalah menjadi semakin bertambah.

Kegairahan sejumlah daerah menerapkan syariat birokrasi justru dapatmenjadi bumerang ketika masyarakat lambat laun akan menyadari bahwahidup mereka tidak berubah menjadi lebih baik. Reformasi bukan sekedarmengubah aturan. Menurut Justice Kirby, reform is a change for thebetter.

Kita pantas untuk khawatir kalau syariat birokrasi ini dapatmelalaikan kita untuk fokus pada tahapan reformasi yang amat mendesakkita lakukan saat ini: reformasi birokrasi!

perenan komputer dobidang penerbangan

1. Apakah Komputer berperan dalam Dunia Penerbangan?

Iya, benar sekali. Mulai dari sistem pesawat militer, sipil, hingga keperluan riset, semuanya menggunakan komputer.

2. Seberapa besar perannya?? (Pilih : 50%_75%_100%)

80-100% ?

3. Di Airport, Penggunaan Komputer tuh di bagian mana aja (Alatnya+Fungsinya) ?

Di setiap airport pertama kita tahu ada ticketing office buat pesen tiket, itu aja udah terhubung sama CRS (Computer Reservations Systems) untuk booking tiketnya ke database PNR (Passenger Name Record) suatu airline. Lalu di Check-in counter itu juga menggunakan komputer, disebut DCS (Departure Control Systems) buat mengecek tiketnya, lalu ditukar dengan boarding pass. Selanjutnya, dengan adanya teknologi 2D bar code untuk boarding pass, komputer juga berperan untuk mengatur lalu lintas penumpang di bandara, dengan mencocokan barcode boarding pass dengan data penerbangan.

Di sisi teknisnya, ground crew airline2 luar negeri seperti JetBlue punya PDA buat ngecek status penerbangan yang sedang mereka tangani.

4. Kalo di dalam pesawatnya ?

Wah yang ini banyak, apalagi Airbus. Kokpit pesawat modern sudah pasti ada komputernya, di sebelah tuas tenaga (throttle levelers) itu ada suatu papan mirip kalkulator yang disebut FMC atau FMGS, Flight Management Computer suatu alat yang fungsinya seperti namanya. Autopilot systems juga diatur oleh komputer yang juga bisa dijadikan modul dari FMC itu sendiri. Lalu, flight data display (di layar kokpit) itu juga hasil olahan komputer yang terus menerus mengkoreksi error. Lalu ada sistem anti tabrakan di udara atau TCAS, yang juga menggunakan komputer untuk menghitung kemungkinan terjadinya tabrakan lalu membunyikan alarm jika sudah bahaya, dll. Bahkan kabin pesawat pun komposisi udara, temperatur, dan kelembapannya sekarang sudah diatur komputer. Nah sisanya teman2 disini bisa menjelaskan lebih dalam.

FBW/Fly By Wire, menggunakan komputer untuk terus mengkoreksi flight dynamics (kelakuan pesawat terhadap kestabilan penerbangan) agar pesawat tetap dapat terbang dengan lurus dan terkendali. Pesawat seperti F-16A/B/C/D Falcon, B-2 Spirit, F-22A Raptor, Eurofighter Typhoon, F-35 Lightning II (JSF), dan F-117A Nighthawk gak bisa terbang kalau gak ada komputer, karena bentuk aerodinamisnya sudah menyalahi aturan aerodinamika yang baik untuk penerbangan yang stabil.

5. Truz kalo di maskapainya (diluar airport & aircraft) ?

Buat korporasi (perusahaan maskapainya) misalnya:

Navitaire -> Dipake sama Adam, Air Asia, Air Canada, Batavia, Lion, Mandala, Qantas, United, dll.

Ini solusi lengkap, mulai dari reservasi, IBE (Internet Booking Engine), koneksi GDS, revenue management (simple), sampe payment engine.

Lufhtansa Systems -> Dipake sama Garuda Indonesia (perusahaan LH Systems di Indonesia 51% punya GIA), Qatar, LOT, Air Canada, Lufthansa sendiri, Etihad, Finnair, JAL.

Ini lebih lengkap, mulai dari software modular seperti NetLine yang mengatur flight, schedule, crew, sampe networking... lalu juga ada ProfitLine yang ngatur revenue management perusahaan, terus sampe FrequentLine yang ngatur proyeksi loyalitas pelanggan seperti program Frequent Flyer.

6. Apakah ada orang yang bertugas dalam hal ini (maintenance-nya) ?

Di setiap perusahaan penerbangan, biasanya departemen IT itu sudah wajib ada. Dan yang maintain? Banyak! Di Garuda kantornya ada tuh, di sebelah crew station, di depan hanggar GMF. Hal2 beginian menjadi penting karena airline jaman sekarang yah harus cepet, tepat, dan tanggap dalam menghadapi pasar. Kalo pake manual semua yah repot.

_____________________________

Senin, 20 Oktober 2008

Mistik Makin banyak di Zaman ini
Tenyata semakin canggihnya zaman bukan semakin hilang hal-hal yang berbau mistik,tetapi malah sebaliknya mistik semakin banyak bahkan semakin marak untuk mencapai suatu tujuan dengan waktu yang singkat serta tujuan yg bermacam-macam.ada orang yang menggunakan mistik untuk menjatuhkan lawannya di dunia bisnis,ada juga untuk kecantikan,dan ada juga yang lebih aneh hanya sekedar iseng atau coba-coba.contoh yang sekarang ini lagi hangat-hangatnya yaitu sakit yang derita oleh artis Gugun Gondrong, yang katanya sakitnya itu diakibatkan ada orang yang menyantetnya.lucu tetapi juga mengerikan, entah apa yang didapat dari tujuan menyantet, ataukah mungkin orang tersebut mempunyai dendam pribadi kepada artis gugun?mengenai hal ini saya ingin sedikit berkomentar yaitu jika memang kita merasa kurang senang lebih baik kita katakan secara jantan didepannya, bukan dengan menyantetnya itu sama aja dengan sifat pengecut. hal yang baik untuk saat ini kita serahkan aja semua kepada tuhan yang maha esa,karena kita hanyalah miliknya dan akan kembali ke dia. jadi apapun yang terjadi karena kehendaknya. dan janganlah sesuatuhal yang terjadi selalu dikaitkan oleh mistik.Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa hal-hal gaib yang berbau mistik tidak akan kekal karena biasanya hal-hal gaib tersebut mempunyai batas waktu dimana jika sudah tiba waktunya maka akan hilang semua mistik tersebut. satu hal lagi yang perlu diperhatikan, hal yang berbau mistik tersebut selalu minta tumbal dari setiap tujuan,sewaktu-waktu bisa saja sang pembuat mistik di jadikan tumbal akiobat tujuannya sendiri.

Rabu, 15 Oktober 2008

Cermin Demokrasi Indonesia Yang Harus diBenahi
Kerusakan,penghancuran,serta demo dimana-mana
Teriakan masing-masing para calonnya
Apakah harus selalu seperti Itu....?
Apakah harus ada yang dirugikan dalam demokrasi
Sampai kapan demokrasi di Indonesia harus begitu
Ataukah para calon pemimpin tak mampu mengatasi masanya
Ataukah memang begitu mental para calon pemimpin kita
Atau mungkin mereka memang tak mengerti arti dari Demokrasi